Senin, 08 Februari 2010

10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan






Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.

Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran

Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku

Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.

Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.

3. Misteri Kematian

Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.

4. Alam VS Asuhan

Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.

5. Pemicu Otak

Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.

John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.

6. Daya Ingat

Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.

7. jam Biologis

Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?

8. Perasaan Dihantui

Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.

9. Tidur


Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.

10. Mimpi

Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.


Continue Reading...

Ilmuwan Temukan Bakteri Penyebab-hujan






Washington - Satu tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Perancis telah menemukan bukti bahwa bakteri "penyebab-hujan" tersebar luas di atmosfir.

Partikel biologi itu dapat sangat mempengaruhi lingkaran hujan, sehingga mempengaruhi cuaca, produksi pertanian dan bahkan pemanasan global. Temuan baru tersebut disiarkan di jurnal Science yang dikutip Xinhua.

Tim penelitian itu mengkaji curah hujan dari berbagai lokasi di Bumi dan memperlihatkan bahwa inti es paling aktif --dasar yang meningkatkan pembentukan es-- bersumber dari biologi. Itu penting karena pembentukan es di awan diperlukan untuk menghasilkan salju dan sebagian besar curah hujan.

Para peneliti telah menemukan dasar es biologi dalam contoh air hujan dari Antartika hingga Louisiana --bahan itu ada di mana-mana.

Partikel jelaga dan debu dapat menjadi dasar es, tapi dasar es biologi mampu memicu pembekuan pada temperatur yang jauh lebih hangat.

Konsep bakteri penyebab-hujan tak jauh berbeda. Banyak tempat ski menggunakan baktei pembuat-es yang tersedia secara komersial dalam bentuk beku untuk membuat salju ketika temperatur hanya beberapa deraja di bawah titik beku.

Apa yang membut penelitian itu lebih rumit ialah bakteri pembuat-es yang paling banyak diketahui adalah patogen tanaman. Patogen tersebut, yang pada dasarnya adalah kuman, dapat mengakibatkan luka beku pada tanaman, sehingga mengakibatkan dampak ekonomi yang merusak pada hasil panen.

"Karena kasus itu sering terjadi pada patogen bakteri, tahap lain lingkaran hidup mereka seringkali terabaikan karena pusat kepentingan pada peran mereka pada tanaman dan kesehatan hewan," kata Bren Christner, salah seorang penulis studi tersebut dari Lousiana State University.

"Angkutan melalui atmosfir adalah strategi penyebaran yang sangat efisien, sehingga kemampuan patogen untuk mempengaruh curah hujan dari atmosfir akan menguntungkan dalam menemukan sumber baru."


Mungkin saja bahwa atmosfir merupakan satu bagian lingkaran infeksi, tempat bakteri menulari tanaman, menggandakan diri, menyemprot ke dalam atmosfir dan kemudian dikirim ke tanaman baru melalui curah hujan di atmosfir.

"Kebanyakan peran yang dimainkan oleh partikel biologi dalam proses atmosfir telah terlewatkan. Hasil kami menyediakan janin bagi ilmuwan atmosfir untuk mulai memikirkan peran yang dimainkan partikel ini dalam menghasilkan hujan," kata Christner.


Continue Reading...

KETIKA RISET KITA ABAIKAN





Kualitas Sumberdaya Manusia di Indonesia sudah masuk tingkat yang patut diperhitungkan dengan banyaknya lulusan sarjana intelektual dari berbagai bidang masing-masing. Tuntutan kualitas memang menjadi tolak ukur utama seiring banyaknya kuantitas sumberdaya manusia yang dihasilkan setiap tahunnya, bahkan bukan mustahil lebih dari 500.000 lulusan sarjana di tahun 2009 dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia.

Apa yang terjadi sebenarnya dengan output pendidikan dan teknologi Indonesia dari riset bila dibandingkan dengan Negara luar dengan melihat sumberdaya manusia kita jauh ketinggalan bahkan jangankan untuk meloncatkan kaki, mengejar pun tidak bisa dengan Negara berkembang lainnya. Suatu hal yang wajar kalau produk daur ulang seperti mainan anak-anak kita impor dari Cina sampai fasiltas sekunder dan tersier sehari-hari pun kita tetap impor saking tidak percaya pada negeri sendiri yang sudah trend masa kini.

Bayangkan dengan pejabat India lebih bangga pakai produk buatan sediri toh jauh meninggalkan Indonesia. Faktanya tiada lain adalah lemahnya riset kita terhadap sensitivitas sains, teknologi dan industry dalam memproduksi yang dinilai sangat rendah dan malahan lamban, sehingga tidak bisa bersaing pasar (Market Competity ) dan lebih dominan impor produk luar alias lebih happy konsumen daripada produksi negeri sendiri, jawab masyrakat awam tiada lain “mana buatan kita dengan Made in Indonesia ? apa ? nggak bisa kan temukan jawabannnya.

Wajah Dunia Riset Indonesia

Tahun 2009 lalu Departemen Pendidikan Nasional mengucurkan 20 persen APBN yang dialokasikan untuk dana riset yang tidak begitu besar melalui Dirjen Pendidikan Tinggi sebagian besar ditujukan untuk para dosen baik negeri maupun swasta di Indonesia. Dana tersebut terserap ternyata cuma sekitar Rp. 250 miliar dari dana ditujukan sebesar Rp. 400 miliar kepada para peneliti Litbang Departemen dan Lembaga Pemerintah Non-Departemen ini. Sebenarnya dimana fokus permasalannya.

Persoalannya adalah tiada lain sistem kita rusak dari akarnya yang tidak bisa diandalkan sehingga manajemen riset yang dihasilkan pun sangat jelek, mulai dari aturan-aturan yang kontra produktif dan kultur birokrasi yang tidak kondusif. Belum lagi, kondisi laboratorium penelitian, pengadaan bahan riset atau barang modal, pembelian alat-alat tulis kantor yang belum memadai baik akademisi, lembaga pemerintah maupun swasta. Wajar kalau sekitar 3000 peneliti Indonesia enggan mengajukan proposal dan kelihatannya pun terkesan hanya main-main saja.

Koreksi lainnya, contoh ada aturan yang menyebutkan bahwa setiap peneliti maksimum hanya boleh honor tambahan 4 jam sehari dengan dana Rp. 27.500 per jam, jika peneliti itu bekerja 5 hari seminggu, berarti setahun tidak lebih dari Rp. 26.400.000. Parahnya lagi dalam penelitian itu pun, tidak boleh ada pembelian alat atau barang modal lainnya, tidak ada juga perjananan keluar negeri sekalipun untuk presentasi papernya Simposium Ilmiah Internasional, walaupun ada hanya akal-akalan belaka saja jauh dari serius.

Padahal kalau mau tahu banyak sekali dana hibah riset internasional dari Amerika, Rusia, Uni Eropa, Jepang dan Timur Tengah yang justru banyak dimanfaatkan oleh peneliti-peneliti Cina, India, Malaysia dan Singapura. Hibah riset tersebut yang sangat bergengsi dengan jumlah ribuan yang tidak termanfaatkan oleh peneliti kita. Riset kita hanya berkutik perkara kriteria seleksi termasuk didalamnya rekam jejak manajemen riset dan masalah prosedural yang amburadul.

Justru peneliti kita lebih sering disibukkan oleh masalah-masalah di luar riset, misalnya lebih dianggap kampium disegala hal atau lebih fokus dalam berbagai tim non-riset dan kegiatan kepanitiaan yang bersifat sosial. Wajar kalau seperti ini hasilnya lebih sering tidak terpakai oleh para penentu kebijakan. Kebijakan publik lebih didominasi oleh para pembisik yang ngawur, baik dari kalangan politisi sekuler-sosialis, pengusaha kapitalis maupun paranormal.

Inilah sebenarnya wajah dunia riset kita yang hanya sekedar memenuhi report skripsi, tesis, desertasi maupun paper ilmiah yang tersimpan di perpustakaan dan tidak diperhitungkan. Berbeda dengan Jepang, Cina dan India yang sangat diperhitungkan dalam hasil riset baik sains, teknologi dan industri. Bandingkan dengan ketika masa keemasan islam era kekhilafahan islamiyyah para ilmuan banyak menciptakan karya peradaban yang sangat kreatif dan monumental hingga sekarang dibidang sains, teknologi dan industri yang sangat mengagumkan ketika Eropa dan Amerika belum melek ilmu pengetahuan.

Riset Untuk Kesejahteraan Manusia

Bagaimana ketika karya mereka dihargai dengan emas seberat buku yang mereka tulis, sehingga mereka bersemanagat mencurahkan pikiran, waktu, tenaga dan hidup untuk berkarya di jamannya. Seperti al Khawarizmi, ahli dalam aritmatika dan aljabar yang sangat berkembang untuk keperluan sehari-hari maupu dunia kajian ilmiah. Kemudian lahirlah Abu Kamil, al Biruni, Ibnu Sina ( ahli kedokteran), al Karaji dan Leonardo de Pisa menggali pengetahuan dari al Khawarizmi tentang persamaan kuadratis dan kubis yang lalu ditulis dalam bukunya “Liber Abaci”.

Periode selanjutnya banyak melahirkan tokoh sains dunia seperti Issac Newton dari Inggris, Leibniz dari Jerman dan lainnya ketika meraka sangat menghargai produk riset baik sains, teknologi dan industry yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tujuan tiada lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan industry sebagai Negara produksi bukan konsumen yang rela menguburkan bangsa sendiri. Hasil riset mampu menghasilkan produk sendiri atau buatan bangsa sendiri bukannya berbangga hati impor produk luar jika dilihat industri kita juga mampu mendaur ulang yang tidak lebih milik sumberdaya alam hasil eksplorasi maupun olahan daur ulang yang kita jual dengan harga yang murah kemudian kita beli dengan yang mahal. Inilah salah satu bukti kongkrit bila riset diabaikan dan tidak dihargai sebagai prioritas untuk dikembangkan dalam pembangunan. Bukan hal yang tabu kalau intelektual hanya jadi simbol pemuas nafsu kapitalis dan sapi perah setiap saat para pemilik modal, lucunya boro-boro cari produk berkualitas dengan pasar besar dunia. Bisa-bisa 2015 Indonesia gigit jari.


Akhirnya wajar kalau hasil riset luar dalam bentuk produk siap konsumsi membajiri pasar lokal baik merk Jepang, Cina, Korea, Taiwan dan lain-lain. Kalau memang ingin serius mensejahteraan negeri ini berdaya sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang ada untuk meningkatkan produksi dalam negeri yang tidak beroreintasi manfaat dan tujuan materi tetapi pertimbangan karena adanya sebuah tuntutan ideology yang berasal dari sang pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan menuju sebuah negara yang mandiri dan disegani dengan karya kejayaan dalam mengatasi keterpurukan dengan bangkitnya sains, teknologi dan industri yang kongkrit.semoga !


Continue Reading...

Ancaman Serangan Cubital Tunner Sindrome pada Pengguna HP (HandPhone)



Untuk para HP Mania, berhati-hatilah dalam menggunakan ponsel, bukannya menakut-nakuti, tapi memang kita terkadang tanpa sadar keasyikan berbicara lewat ponsel dalam jangka waktu yang lama, apalagi jika anda termasuk orang yang betah berlama-lama ngobrol lewat ponsel hingga berjam-jam. Karena anda bisa memiliki potensi yang besar terkena cubital tunner sindrome. Wallahu'alam.


Sindrom Cubital tunnel (kelumpuhan syaraf ulnar) adalah sebuah gangguan yang disebabkan oleh tekanan pada syaraf ulnar pada siku.


Syaraf ulnar tersebut lewat menutup permukaan kulit pada siku (‘tulang lucu’) dan mudah rusak oleh sandaran pada siku yang berulang kali, dengan menekuk siku untuk jangka waktu yang lama, atau kadangkala oleh tulang normal yang tumbuh di daerah tersebut. baseball pitcher juga rentan terhadap sindrom cubital tunnel karena putaran ekstra pada lengan yang diperlukan untuk melempar sebuah slider.

GEJALA

Gejala-gejala tersebut termasuk nyeri dan kaku pada siku dan rasa seperti ditusuk jarum pada jari manis dan kelingking. Segera, kelemahan pada jari manis dan kelingking bisa terbentuk. Kelemahan bisa juga berhubungan dengan kemampuan menjepit menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, karena kebanyakan otot kecil pada tangan dikendalikan oleh syaraf ulnar. Sindrom cubital tunnel berat, kronis bisa menyebabkan otot menyusut (atrophy) dan kelainan bentuk seperti cakar pada tangan.

DIAGNOSA

Penelitian konduksi syaraf bisa membantu menunjukkan dengan tepat daerah syaraf yang rusak.


PENGOBATAN

Kasus ringan pada sindrom cubital tunnel biasanya diobati dengan terapi fisik (termasuk membidai di malam hari untuk menghindari siku terlalu menekuk) dan dengan menghindari tekanan disepanjang siku; ganjalan siku bisa sangat membatu. Orang yang tidak bereaksi terhadap pembidaian atau yang mengalami kasus yang lebih berat pada tekanan syaraf bisa bermanfaat dari operasi, yang biasanya terdiri dari melepaskan tekanan pada syaraf dan menggerakkan syaraf dari belakang menuju bagian depan siku. Operasi sangat berhasil pada sekitar 80% penderita.

Continue Reading...

Cara Marah yang Benar






Apabila perasaan marah Anda ditangani secara benar, menurut Dr Julius, Sc.D, ahli ilmu epidemi psikososial di Univesity of Michigan School of Public Health. Anda dapat mengurangi atau mengindari masalah-masalah hubungan sosial dan kesehatan yang bisa muncul karenanya. Maka beginilah cara marah yang tidak sampai menghancurkan segalanya, terutama bila Anda sedang berada di tempat kerja. Ingat, tempat kerja merupakan salah satu tempat yang paling sering membangkitkan amarah.

Cari tempat aman untuk menumpahkan amarah yang bergejolak. Sebelum Anda berbicara dengan orang yang menjadi sumber masalah, bicaralah terlebih dahulu dengan orang yang dapat dipercaya. Pilih teman dekat, pendamping, atau seseorang yang dapat Anda percayai untuk mengungkapkan perasaan marah Anda terhadap pacar, rekan kerja atau bos Anda di kantor.

Sebab nekad melabrak atau melemparkan peralatan kerja yang nyaris mengenai kepala bos Anda, bukanlah solusi terbaik.

Dekati orang yang membuat darah Anda mendidih. Setelah rasa marah Anda mereda, bicaralah pada orang yang menjadi "sumber masalah", karena yang paling penting adalah mengartikualsikan perasaan Anda.

Awali pembicaraan, misalnya dengan, "Tindakan atau perkataan Anda, sungguh menggangu perasaan saya . Sesuatu harus dibicarakan dan diluruskan. Apakah kita bisa membicarakan hal ini secara baik?"

Kenali hal-hal yang menjadi penyebab kemarahan Anda. Temukan akar masalah untuk menemukan faktor pemicunya, sebab pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi marah Anda. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat ketika reaksi-reaksi marah itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman marah Anda. "Itu memberi Anda kesempatan untuk menenangkan diri, mempelajari segala sesuatunya, dan bereaksi secara lebih rasional. Dan Anda akan merasa mampu mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung," kata Jerry L, Deffenbacher Ph.D, dosen psikologi di Colorado State University di Fort Collins.

Temukan cara melepaskan diri. Karena Anda mudah naik darah ketika baru marah, ada anjuran agar menggunakan energi yang meluap-luap itu secara positif. "Salah satunya yang terbukti efektif adalah menggunakan energi itu untuk kegiatan fisik," kata Dr Thomas.

Anda bisa melakukan jogging ini akan sangat membantu sebab olahraga menyalurkan adrenalin dari reaksi melawan atau lari Anda secara lebih positif ketimbang membiarakannya larut sendiri. Sementara itu, Anda dapat menjernihkan pikiran untuk mengatasi masalah Anda.

Tarik napas dalam-dalam. Ketika Anda diselimuti kemarahan, cobalah untuk mengulur waktu dengan menenangkan diri, -terutama ketika Anda mulai emosional dan hendak menyerang orang lain secara fisik- Anda mungkin bisa pergi sejenak dari situasi tersebut.

Carilah tempat sepi untuk meditasi barang semenit sembari menarik napas dalam-dalam. Setelah pikiran Anda tenang, barulah Anda mengemukakan apa yang perlu Anda katakan.

Satu hal lagi yang perlu Anda ingat, selalu lebih baik mengungkapkan perasaan Anda daripada mengatakan pada seseorang bagaimana mereka harus bersikap atau berbuat. Jadi gunakanlah kata ‘aku" untuk mengungkapkan perasaan. Misalnya, "Saya kecewa karena Anda menurunkan gaji saya," daripada mengatakan, "Anda sungguh mengecewakan karena menurunkan gaji saya." Pesan "anda" atau "kamu" terasa menghakimi dan itu akan membuat lawan bicara bersikap defensif. Akibatnya, Anda bertengkar dan masalah semakin parah.



Continue Reading...
 

SANGAR Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template